Senin, 11 Juni 2012

23



Jika kau membaca tulisan ini, itu artinya aku tak berhasil mewujudkan impian kita. 
Aku menulis ini tepat di bawah tumpukan selimut tebal yang membungkus tubuhku yang mulai membeku di dinginnya udara malam – kau tahu lah, semacam cara jitu ku di dalam menunda rasa sakit yang selama ini  selalu mendera dan membuat ku menderita  – dan atas hal ini atas inisiatif yang cerdas dan bijaksana dalam pemikiranku, tidak biasanya.. di saat insomnia seperti inilah aku menuliskan sepucuk surat cintaku untuk mu, semoga kau masih sempat untuk membaca nya.

Kuharap tulisan ini tak pernah sampai padamu, tapi jika ya; maka aku ingin kau tahu bahwa bertemu denganmu dan mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku. 
Ya, ya, aku tahu, klise sekali, huh? 
Tapi selama ini aku tak pernah bertemu seseorang yang begitu berarti bagiku. 
Aku senang dulu aku memutuskan untuk memiliki inisiatif menyambung tali silarturahmi yang telah lama terputus antara engkau dan aku, dan kembali menyapa lewat sapaan maya di jejaring sosial  kepadamu. 
Terimakasih atas segala yang kau berikan untukku. 
Kau membuat semua jadi lebih indah, jauh melampaui kata-kata. 
Kau mengajariku arti mencintai dengan tulus apa adanya..
Jangan mengingatku dalam kenangan yang pahit ini, ingatlah aku dalam kenangan indah yang kita lalui bersama. 
Tersenyumlah saat mengingatku karena aku ingin jadi bagian yang indah dalam hidupmu untuk selamanya..
Aku minta maaf karena aku tak bisa memelukmu erat dan menciumimu sesuai janjiku kepadamu, namun ketahuilah, aku selamanya milikmu – sudah begitu sejak pertama kali kita bertemu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar